Lompat ke konten utama
Siaran Pers

Khawatir Kapolri Berganti, Koalisi Buruh Minta Desk Ketenagakerjaan Masuk RUU

Presiden KSPSI Andi Gani selepas peresmian gedung KSPSI di Surabaya, Jawa Timur yang dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Jumat (21/8/2026).(KOMPAS.com/IZZATUN NAJIBAH )
Presiden KSPSI Andi Gani selepas peresmian gedung KSPSI di Surabaya, Jawa Timur yang dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Jumat (21/8/2026).(KOMPAS.com/IZZATUN NAJIBAH )

JAKARTA, KOMPAS.com - Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) meminta Komisi IX DPR untuk memasukkan Desk Ketenagakerjaan Polri ke dalam RUU Ketenagakerjaan agar desk itu tetap eksis bila nanti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diganti sosok yang baru. "Yang kami khawatirkan, kalau pimpinan Polri berganti, kebijakan berganti, dan juga perhatian terhadap ketenagakerjaan berubah, tentu ini sangat disayangkan," kata perwakilan KBPBI yakni Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, di DPR RI, Jakarta, Senin (24/8/2026). Andi berbicara usai rapat tertutup mengenai RUU Ketenagakerjaan bersama Komisi IX DPR dan Apindo di Gedung DPR. Andi Gani mengklaim usulan mereka untuk memasukkan Desk Ketenagakerjaan Polri ke dalam RUU Ketenagakerjaan telah didukung oleh anggota Komisi IX DPR. "Kami minta Desk Ketenagakerjaan Polri masuk dalam batang tubuh Undang-undang Ketenagakerjaan," ujar Andi.


Menurut Andi, Desk Ketenagakerjaan Polri yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyelesaikan 95 persen masalah pidana ketenagakerjaan melalui mediasi. Sedangkan 5 persen sisanya dilanjutkan ke tahap penyidikan. "Koalisi besar meminta Desk Ketenagakerjaan Polri yang selama ini dari 100 persen kasus sudah selesai, 95 persen tanpa masuk pengadilan, sangat dibutuhkan," kata Andi yang juga penasihat Kapolri bidang ketenagakerjaan ini. Andi Gani pun mengakui dirinya khawatir jika Listyo Sigit sudah pensiun dari Kapolri, maka Desk Ketenagakerjaan Polri bakal berubah, kemudian isu ketenagakerjaan menjadi tidak begitu diperhatikan Kapolri yang baru.

Jenderal Sigit sebut sudah berpesan ke calon suksesornya
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku telah mengetahui calon Kapolri berikutnya. Ia berpesan agar Desk Ketenagakerjaan Polri tetap dioptimalkan untuk mengawal kepentingan dan kesejahteraan buruh. Hal itu disampaikan Listyo saat meresmikan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Surabaya, Jumat (21/8/2026). Listyo juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat KSPSI. “Karena ini juga menjadi bagian dari untuk terus menjaga komitmen yang sudah terbangun. Dan saya juga sudah sampaikan ke calon-calon Kapolri nanti, kan begitu,” kata Listyo Sigit, Jumat.

Listyo bahkan mengatakan akan turun langsung bersama buruh melakukan demonstrasi jika desk ketenagakerjaan Polri tidak berjalan optimal setelah dirinya pensiun. “Kalau saya sudah pensiun, kalau Desk Ketenagakerjaan itu tidak bekerja optimal, saya akan turun memimpin demo. Setuju, ya?” bebernya.

(Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/08/24/22450091/khawatir-kapolri-berganti-koalisi-buruh-minta-desk-ketenagakerjaan-masuk-ruu.)